PEMBENIHAN
IKAN PATIN
( Pangasius pangasius )
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seiring
dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pengetahuan masyarakat tentang makanan
yang sehat, maka kebutuhan akan bahan pangan dan gizi juga semakin meningkat.
Berbagai cara telah ditempuh
untuk meningkatkan produk pangan dan gizi masyarakat. Salah satunya adalah
dengan budidaya ikan. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang
gampang didapatkan serta mudah untuk dikembangkan.
Ikan patin
merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang berprospek cerah dan memiliki
nilai ekonomis tinggi. Rasa dagingnya yang enak, lezat, tidak berduri dan gurih
mengakibatkan digemari oleh masyarakat. Ikan patin sebagai sumber protein yang
cukup tinggi, aman dikonsumsi serta mempunyai kadar kolesterol yang rendah
sangat baik untuk menjaga kesehatan.
Di
Indonesia ada 2 jenis ikan patin yang sudah banyak dibudidayakan oleh
masyarakat , yaitu patin siam
dan patin jambal atau lebih dikenal dengan patin daging putih yang berasal dari
Jambi.
Pada
kegiatan pemeliharaan ikan patin, satu hal yang menonjol sekaligus menjadi
peluang dari kegiatan tersebut adalah pembenihan. Jumlah kebutuhan benih yang
setiap tahun terus meningkat serta teknologi yang bisa kita pahami merupakan
alasan yang paling tepat untuk melakukan kegiatan pembenihan.
B. Pembenihan Ikan Patin
Tahapan
proses pembenihan ikan patin dalam kegiataanya meliputi beberapa hal yaitu :
1. Pemeliharaan Induk
2. Seleksi Induk
3. Pemberokan
4. Penyuntikan
5. Pembuahan
6. Penetasan
7. Perawatan larva
8. Pendederan
1. Pemeliharaan Induk
Pemeliharaan / perawatan induk merupakan bagian yang sangat penting
dalam kegiatan pembenihan ikan
-
Pemeliharaan induk dapat
ditempatkan dalam satu kolam antara
jantan dan betina dengan kepadatan 2-4 kg / m2.
-
Jumlah pakan yang diberikan
sebanyak 1-3 % dari biomas dengan pemberian secara rutin 1-2 kali /
hari.Terutama pada waktu 2 bulan sebelum dipijahkan.
-
Kadar protein pakan berkisar >
30 %.
-
Kolam induk bisa terbuat dari
tanah maupun kolam beton yang dilengkapi dengan
saluran pemasukan dan pengeluaran serta diberi kubangan didekat pintu
pengeluaran untuk memudahkan penanganan seleksi induk.
-
Ketinggian air diusahakan lebih
dari 1 meter dengan debit air 10-15 liter / menit untuk ukuran kolam 100 – 150
m2.
2. Seleksi Induk
Induk ikan patin tidak dapat dipijahkan apabila belum matang gonad meskipun disuntik dengan
hormon perangsang. Dengan demikian harus dilakukan seleksi induk yang matang
gonad. Ikan patin hanya berproduksi dimusim penghujan. Kebutuhan induk jantan
untuk 2 ekor betina kalau disuntik dengan hormon ovaprim membutuhkan 4 ekor. Sebelum
kita melakukan seleksi induk yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan
tempat untuk penampungan induk. Bentuk kolam induk yang aman untuk penampungan
induk berbentuk bulat dan terbuat dari
beton atau fibergllas, karena induk patin sering melakukan gerakan yang tidak
memperhatikan keadaan didepannya. Air diisi satu sampai dua hari sebelum induk
dimasukkan. Bersamaan seleksi induk, dilakukan persiapan penanganan aquarium
untuk penetasan. Aquarium dibersihkan terus diisi air 20 - 25 cm dan dipasang
aerasi.
Ciri – Ciri induk yang matang gonad
a. Induk Betina
- Umur lebih dari 2,5 tahun dengan berat 3-5 kg.
-
Bentuk tubuh normal dan sehat.
- Dilihat dari bentuk perut telah
mengembang ke arah lubang anus.
- Kalau diraba lunak tapi tidak
terlalu lembek
- Warna kelamin kemerahan dan
membesar dengan bentuk relatip bulat
-
Kalau diambil telurnya dengan
selang (kateter) warnanya kuning transparan dengan ukuran seragam ( kalau telur
yang masih muda berwarna keputihan dan besarnya tidak seragam)
b. Induk Jantan
-
Umur lebih dari atau minimal 1,5 tahun
- Alat kelamin nampak menonjol dengan
posisi tegak dan berwarna agak kemerahan.
-
Mempunyai bentuk perut relatif ramping tapi tidak
lengket
-
Kalau perutnya diurut kearah
kelamin maka akan mengeluarkan cairan putih kental (sperma)
3. Pemberokan
Induk yang sudah diseleksi diberok ( dipuasakan ) selama satu hari,
tujuan dipuasakan untuk mengeluarkan kotoran dalam perut sehingga besarnya
perut bukan berisi makanan atau kotoran tapi berisi telur.Untuk mengantisipasi kerusakan induk karena luka, bisa dilakukan
pemuasaan induk didalam kolam pemeliharaan selama 2 hari. Sehingga setelah
induk diseleksi langsung bisa disuntik.
4. Penyuntikan
Pada umumnya penyuntikan yang digunakan untuk merangsang kematangan
gonad sampai tingkat ovulasi adalah menggunakan ovaprim, karena lebih praktis
dan mudah penggunaannnya.
Dosis yang digunakan untuk 1 kg induk adalah 0,5 cc yang dicampur
aquabides dengan perbandingan 1 : 1. Penyuntikan induk betina dilakukan 2 kali
yaitu 1/3 untuk penyuntikan pertama dan
2/3 untuk penyuntikan kedua sedangkan untuk induk jantan hanya 1/3 dosis yang
diberikan bersamaan dengan penyuntikan kedua. Bagian yang disuntik adalah
dibelakang sirip pungung dengan kemiringan 450 sedalam kurang lebih
2 cm.
Jarak waktu penyuntikan pertama dengan yang kedua adalah 8-12 jam.
Selanjutnya striping dilakukan kalau induk sudah siap yaitu 5-10 jam setelah
penyuntikan kedua.
Striping induk yang belum matang gonad maupun striping yang terlalu
kasar bisa mengakibatkan induk akan mati. Tingkat kematangan gonad
sangat berpengaruh terhadap lamanya induk untuk bisa di striping, sehingga perlu
dikontrol setiap 1 jam sekali. Waktu striping harus tepat, kalau belum
waktunya telur tidak bisa keluar, tapi kalau terlambat, telur akan kemasukan
air sehingga tidak bisa terbuahi ( tidak menetas).
5. Pembuahan
Langkah – langkah setelah induk betina disuntik adalah sebagai
berikut :
·
Setelah induk siap, maka dilakukan striping
yaitu mengurut perut induk betina secara hati-hati kearah anus.
·
Telur hasil striping ditaruh
didalam mangkok yang kering lalu dicampur dengan sperma induk jantan dengan
cara distriping.
· Telur dan sperma diaduk dengan
bulu ayam selama 1-2 menit , setelah tercampur telur dibagi kemangkok yang lain
masing-masing 1-2 sendok makan terus
ditambah air bersih secukupnya sambil terus diaduk
secara hati – hati (pembilasan telur
bisa dilakukan 2 kali). Kemudian telur diendapkan
setelah telur mengendap air di buang.
Lalu ditebar
kedalam aquarium yang telah dipersiapkan
·
.Waktu memasukkan kedalam
aquarium sebelum telur sampai kedasar, air dalam aquarium diaduk agar telur
yang akan menempel didasar bisa merata.
·
Aquarium yang kotor atau
berlendir sebelum telur dimasukkan, dasar aquarium supaya digosok terlebih
dahulu agar telur bisa menempel merata didasar aquarium dan tidak menggumpal.
6. Penetasan
Aquarium yang telah terisi telur diberi aerasi dan suhu didalam air berkisar
antara 27-320, untuk menaikkan suhu supaya diberi pemanas berupa
kompor atau hiter. Larva akan menetas
setelah berumur 20-24 jam kemudian, larva
dipindahkan kedalam aquarium lain yang sudah dipersiapkan sebanyak 1-1,5
sendok makan.
7. Perawatan Larva
Langkah – langkah perawatan larva :
·
Larva yang telah menetas
dipeliharan didalam aquarium dengan ukuran 1 x 0,5 x 0,3 m3 dengan
ketinggian air 25 cm.
·
Setiap aquarium diisi ± 2.000 – 3.000 ekor larva.
·
Setelah makanan cadangan larva
habis yaitu berumur 2 hari larva diberi pakan mauplius artemia sebanyak ½ - 1
gelas yang diberikan setiap 2-3 jam sekali. Bisa juga dikasih dahpnia sp secukupnya karena dahpnia bertahan lama di air
tawar dari pada artemia.
·
Pemberian cacing bisa dilatih
setelah ikan berumur 6-7 hari secara bertahap untuk mengurangi atau
menggantikan Artemia.
·
Pemberian pakan diberikan
secara adlibitum yaitu sesuai kemampuan ikan sampai kenyang.
·
Suhu dibawah 270c
sangat berpengaruh terhadap nafsu makan larva. Suhu yang diperlukan berkisar
antara 280-310C.
·
Untuk membersihkan kotoran
dilakukan penyiponan setiap hari.
·
Pemeliharaan larva di dalam
aquarium harus memperhatikan kwalitas air, biasanya air diganti setiap hari
mulai larva berumur 5 hari sebanyak 30%-90% sampai larva turun dari aquarium yaitu
berumur 11-13 hari.

8.
Pendederan
A. Pendederan di Bak Beton
·
Tinggi bak 1 meter, sedang
panjang dan lebarnya bervariasi.
·
Bersihkan dengan sikat dan
dikeringkan
·
Isi air setinggi 50 - 80 cm dan
diamkan selama 2 – 3 hari.
·
Larva siap ditebar dengan
kepadatan 2.000- 4.000 ekor/m2.
·
Pakan berupa cacing tubifex
atau pakan udang secukupnya.
·
Penggantian air sebanyak 30 –
100 % tiap 3 – 6 hari sekali atau secara sirkulasi ( melihat keadaan ).
·
Setelah 2 – 3 minggu, benih
dipanen dengan ukuran 2 – 3 cm.
B. Pendederan
di Kolam Tanah
·
Tinggi kolam 1,2 M sedang
panjang dan lebarnya bervariasi
·
Persiapan kolam pendederan
perlu dilakukan kegiatannya meliputi :
-
Pengeringan kolam selama 5
hari.
-
Perbaikan pematang dan kemalir.
-
Diberi kapur tohor dengan dosis
50 – 100 gr/ m2
-
Diisi air setinggi 50 – 100 cm
selama 5 hari.
· Benih siap dimasukkan dengan
padat tebar 500 – 800 ekor/ m2.
·
Pakan berupa cacing tubifex
atau pakan udang dengan pemberian 3 – 6 X.
· Pergantian air dengan sirkulasi
berkala.
·
Setelah 2 – 3 minggu benih siap
dipanen dengan ukuran 3 – 6 cm.
· Sr ( kelangsungan hidup ) 80 –
90 %.
- Siapkan wadah dari bak plastik
maupun galon aqua yang diisi air ¾ bagian.
- Kemudian dimasukkan garam
krosok ( non yodium ) sebanyak 900 gram ( 8 genggam ) untuk 18 liter air.
-
Wadah diberi aerasi untuk
menambah oksigen dan meratakan telur.
- Masukkan telur artemia sebanyak
10 – 12 sendok makan.
-
Pada suhu 28 - 300C
telur akan menetas selama 24 jam.
- Setelah menetas dipindah ke
galon aqua dengan posisi yang kecil dibagian bawah tanpa diberi aerasi selama ±
5 menit supaya cangkang muncul dipermukaan dan tetasan didasar galon. Kemudian
tetasan disedot dengan selang sampai habis dan cangkangnya tertinggal.
-
Untuk mempertahankan kehidupan,
tetasan diencerkan dengan air bersih 2
– 3 X jumlah air tetasan dan nauplius artemia siap untuk diberikan pada larva.
- Survival rate ( kelangsungan hidup ) 80 – 90 %.
- Survival rate ( kelangsungan hidup ) 80 – 90 %.

Boleh tau alamatnya, saya mojokerto juga
BalasHapusThanks infonya, jangan lupa kunjungi website kami http://bit.ly/2OZLaHI
BalasHapusCasino - DrmCD
BalasHapusDr.Mcd 진주 출장안마 is your one-stop source for the best Casino Gaming 김천 출장마사지 and Sports betting services at DrmCD. 의정부 출장마사지 Enjoy 경산 출장샵 Live Casino Games, Bingo, Blackjack, Live Casino, 충청남도 출장샵