Rabu, 27 Mei 2015

SEJARAH INSTALASI BUDIDAYA AIR TAWAR (IBAT) MOJOKERTO

Gambar : Kantor IBAT Mojokerto


Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Mojokerto di dirikan atas prakarsa dari Instansi Dinas Perikanan Provinsi Daerah Tingkat 1 Jawa Timur pada tahun anggaran 1986, terletak di Desa Kedung Gede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. IBAT Mojokerto memiliki Luas areal 5.900 m², Juga merupakan salah satu Instalasi yang berada dibawah Unit Pelaksana Teknis / UPT Pengembangan Budidaya Air Tawar (UPT PBAT) Umbulan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur. Tugas dan peran Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Mojokerto, memberikan pembinaan dan bimbingan kepada para penati ikan khususnya cara pembenihan patin dan lele dan budidaya ikan lele dan ikan patin. Selain itu IBAT Mojokerto juga bertugas memberikan pembinaan kepada petani Pembenihan Rakyat Ikan  Lele (PRIL) di Wilayah Jawa Timur. Dengan melihat pada tugas dan peran tersebut, maka Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Mojokerto merupakan wadah alih teknologi yang mampuh menyerap berbagai masukan baru khususnya di bidang budidaya ikan lele yang selanjutnya dapat disebarkan pada masyarakat atau petani ikan yang membutuhkan.
Dalam tahun anggaran 1997/1998 Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Mojokerto mulai mengembangkan ikan patin jambal (Pangasius djambal), dimana disekitar lokasi IBAT Mojokerto  sendiri sudah berdiri beberapa pengusaha pembesaran ikan tersebut dan sesuai dengan potensi daerah Mojokerto yang sangat cocok untuk budidaya ikan patin jambal. Dengan adanya pengembangan pembenihan ikan patin di Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Mojokerto maka dapat mensuplai benih ikan di Mojokerto khususnya dan di Jawa Timur pada umumnya, oleh karena itu kegiatan pembenihan ikan patin menjadi salah satu unggulan IBAT Mojokerto.
Operasional Instalasi Budidaya Air Tawar Mojokerto didukung oleh prasarana dan sarana pembenihan dan budidaya yang cukup memadai, Sumber Daya Manusia sebanyak 15 orang. Dalam mempelancar operasional semua kegiatan di IBAT Mojokerto ini pembiayaan yang bersumber dari APBD dan APBN.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar